Thursday, October 27, 2011

Monolog: I'm okay

Ingatkah kalian rasanya twitter pada awal-awal kemunculannya? Entah kenapa, saya merasa twitter pada jaman itu rasanya beda sekali dengan twitter masa kini.. Saya tidak tau apa saya yang berubah mengikuti atau fungsi twitter telah berkembang menjadi social network yang sifatnya komunikasi 2 arah.. Rasanya, dulu saya mengupdate status twitter saya karna saya ingin mengupdate, ingin bermonolog. Entah kenapa, sekarang monolog ini sering sekali disalahgunakan menjadi kode, atau umpan, yang sifatnya memancing feedback dari para follower. Saya tidak memungkiri bahwa kadang pun saya menjadikannya alat komunikasi yang terbukti memang efektif. Namun pada saat seperti ini dikala saya butuh twitter sebagai media mencurahkan perasaan saya, sebagai mini blog, tanpa ada niat memancing reaksi orang sekitar, twitter sudah tidak dapat memfasilitasi itu..

Sering kali, monolog saya ini salah sasaran dan menciptakan kesalahpahaman. Saya bilang 'saya menyerah', kedua kakak saya pun segera menghubungi saya dan bertanya kabar dan ada apa dengan saya. Padahal tweet tadi saya update untuk menggambarkan perasaan saya yang semata-mata menyerah dengan kondisi percintaan, maklum wanita muda single perkasa.. Lalu kemudian, ketika saya mentweet hal yang menyangkut keluarga, ada saja pihak-pihak yang merasa tersentil bahwa itu mengenai dirinya. Salaaaaaahhh.

Saya merindukan menulis baik blog atau mini blog macam twitter ini sebagai tong sampah saya tempat saya berkeluh kesah. Ya saya memang senang kalau ada pembaca setia, atau pun pembaca biasa yang kebetulan mampir, tapi bukan itu yang saya cari. Begitu pun dengan twitter.. Saya memang terkadang senang menebar #umpan dan #kode, namun kali ini disaat-saat saya sedang mental breakdown seperti ini, saya hanya ingin bermonolog tanpa membuat orang-orang yang saya sayangi bertanya-
tanya atau lebih parah lagi: khawatir.

Saturday, October 22, 2011

True Affection

Saya adalah orang yang selalu mencari lagu yang tepat untuk saat yang tepat. Saat saya sedang jatuh cinta, playlist saya yang berjudul "lovesick" tidak pernah berhenti berputar. Begitu pun saat saya sedang sangat bersemangat berapi-api, maka "dont stop me now" dari Queen pun membahana baik di rumah maupun sekedar menemani perjalanan saya di mobil. Itulah mengapa saat mendengarkan suatu lagu, saya selalu mencermati liriknya, mendengarkan dengan seksama, dan menganalisa makna di balik lagu tersebut, bukan hanya sekedar mendengarkan lagu tersebut untuk memperoleh moodnya apakah itu senang atau sedih. Saya akan mengkotak-kotak kan suatu lagu bukan berdasarkan genre-nya, tapi berdasarkan makna dan mood yang dapat saya peroleh dari lagu tersebut.

Namun ada saat dimana saya mendengarkan suatu lagu dan saya menganalisa lirik dan makna di balik lagu tersebut, namun saya tetap tidak memahami pesan apa yang tersirat dari lagu tersebut. Sampai saat dimana saya mengalami suatu masalah dan secara kebetulan lagu tersebut berputar dan Dang! dan saya pun mengerti maksudnya, like, man i really got it. Karena lagu tersebut berhasil menggambarkan secara sempurna situasi yang sedang saya alami, dan sebaliknya, situasi yang saya alami menjelaskan secara gamblang makna dari lagu tersebut. It happened to me before, and it hit me again now. 

Lagu pertama yang selalu membuat saya bertanya-tanya apa maksud dibaliknya adalah "Ordinary people" dari John Legend. Mungkin seluruh dunia tau pesan apa dibalik lagu ini, tapi tidak saya. Saya tidak pernah tau sebanyak apapun saya memutar lagu ini, sampai di saat saya sedang ada masalah dengan pacar saya pada saat itu. Dan ini dia lagu yang tepat. Well, kira-kira begini penggalan-penggalan liriknya:

Girl im in love with you
This ain't the honeymoon
Past the infatuation phase
Right in the thick of love
At times we get sick of love
It seems like we argue everyday
 ...
This ain't a movie no
No fairy tale conclusion ya'll
It gets more confusing everyday
Sometimes it's heaven sent
Then we head back to hel
l again
We kiss then we make up on the way
...
Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay, maybe you'll leave,
maybe you'll return
Maybe another fight
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
We never know baby youuuu and I
Lagu ini jadi lagu yang begitu mudah dipahami. Bahwa betapa dua orang yang sedang jatuh cinta dan melewati fase honeymoon dan kemudian berada di ujung dari hubungan mereka. Bahwa bagaimana mereka harus menyikapi hubungan yang istilah kekiniannya adalah "udah mulai garing" and get too comfortable at each other so fighting and arguing at each other is inevitable.

But well, thats an old stuff. what I'm trying to say now is.. saya sedang mengalami memaknai lagu yang selama ini saya tidak memahami maksud dibalik lirik-liriknya, untuk yang kedua kalinya. Lagu berikutnya adalah "True Affection" by. The Blow. Ini merupakan lagu favorit saya yang selalu saya putar kapan pun di mana pun sampai saya bosan, tanpa saya bisa mengartikan maksud dari lagu ini. Beginilah lirik lagu oleh duo Khaela Maricich and Jona Bechtolt dari album Paper Television:

I was out of your league
And you were 20,000 underneath the sea
Waiving affections
You were out of my league
At a distance that I didn't wanna see
Down to the bottom 
I wanted a junction and often there was one
You'd surface face first and we'd share our thought bubbles
And I still believe in the phrases that we breathed
But I know the distance isn't fair to cross 
I was out of your league
And you were 20,000 underneath the sea
Waiving affections
You were out of my league
At a distance that I didn't wanna see
Wanted you nearer 
Your depths made a pressure that punctured my works 
and all your fluids couldn't tolerate the force of my thirst
I love the place where we shared our tiny grace
But just because it's real don't mean it's gonna work 
And true affection floats
True affections sinks like a stone
I never felt so close
I never felt so all alone

See, this song is not an easy one. Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk akhirnya memahami lagu ini setidaknya dengan interpretasi saya sendiri. Salah satu hal yang sangat menarik dari musik adalah memberikan kesempatan kepada pendengarnya untuk menginterpretasikan secara bebas makna dari lagu tersebut. Dan bagi saya, makna dari lagu True Affection ini adalah mengenai laki-laki dan perempuan yang berasal dari dua dunia yang berbeda dan entah bagaimana cara nya, dengan mengesampingkan perbedaan mereka, mereka seolah made for each other. Mereka begitu cocok dan 'nyambung', namun disaat terdapat kemungkinan untuk bertemu dan menjalin suatu hal yang lebih serius, terdapat banyak hal yang menghalangi mereka selain dari 'perbedaan' yang mereka hadapi tersebut. Sehingga akhirnya salah satu pihak pun menyerah, mengalah, dan mengesampingkan perasaan cintanya dan meninggalkan suatu hubungan ini tanpa mengalami suatu klimaks. Finished just before it even start.

Sebenarnya post ini hanya untuk memfasilitasi curahan hati saya. Ya ya, saya tau saya harus sabar, saya tau saya harus mengalah, saya tau saya harus menyerah. Setidaknya, i can keep in mind that what we're having was real.

But then again, just because it's real don't mean it's gonna work
*mewek lagi*

Disclaimer: I don't own any pictures on this site unless otherwise stated. I get most of them from miscellaneous sites. if it yours and you want it down, do tell.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...