Kamu, saya tau mungkin kamu sedang malas menanggapi cerita saya.. Tapi biarlah, toh saya lagi-lagi hanya ingin bermonolog. Toh kamu juga tidak pernah memberikan masukan-masukan yang berarti, biasanya kamu hanya menanggapi dengan ejekan-ejekan yang kamu tau bisa membuat saya kesal namun sedikit tersenyum. tapi kamu sahabat saya, dan saya sedang butuh kamu untuk menyerap, mendengar ataupun membaca semua keluh kesah saya, dan menanggapi nya dengan ejekan khas kamu yang sebenarnya menyenangkan dan saya butuhkan.
Kamu, dunia itu kejam ya.. Dari seluruh orang yang saya kenal, kamu lah orang yang paling paham ketika saya bilang "dunia itu kejam, namun saya tidak membenci nya". Ya kamu memang sering sekali mengajak saya berbicara tentang hal-hal yang abstrak, dunia dan akhirat, malaikat, setan, kehidupan lain kamu sebagai pohon, dan lain-lain. Sebenarnya, Bukan topik yang menarik buat saya yang lebih suka membahas hal-hal yang sophisticated, gosip, atau isu-isu lain yang lebih nyata. tapi kamu terus meracau membicarakannya. Jadi,ketika saya merasa dunia itu kejam, hal pertama yang saya ingat adalah kamu. dan saya ingin bertukar pikiran tentang ini dengan kamu.
Kamu, dunia itu kejam ya.. Ketika kita sudah menyusun rencana beberapa langkah ke depan, entah bagaimana caranya dunia pasti berusaha menggagalkannya. Langit, darat, air, dan segala isinya dengan segala caranya pasti berusaha menggagalkannya. Dan seperti memberikan efek domino, rencana-rencana yang sudah manusia susun rapih, saling menggagalkan satu sama lain. Ya, yang saya bicarakan bukan hanya rencana-rencana yang sudah saya susun rapih, tetapi hampir semua rencana manusia di dunia ini seringkali digagalkan oleh dunia. Dan kemudian rencana-rencana itu saling menggagalkan satu sama lain. ya, kamu tau tidak, sering sekali saya menyimpan rencana-rencana saya dalam hati karena saya takut apabila saya membicarakannya, dunia akan mendengar dan kemudian kembali berusaha menggagalkan segala sesuatunya.
Kamu, dunia itu kejam ya.. Saya yakin bukan hanya saya yang merasa semacam itu, pasti kamu juga kadang-kadang merasa seperti itu, dan orang lain?! Hahh, jangan ditanya, orang lain saya yakin juga banyak merasakan hal yang serupa, kalau tidak, tingkat kriminalitas di dunia apalagi indonesia tidak akan sesemerbak sekarang. Juga kecenderungan bunuh diri. (please saya sedang tidak ingin membicarakan angka kriminalitas kita, apalagi tentang kecenderungan bunuh diri) tapi Itu pasti karena dunia itu memang kejam. Kamu tidak usah khawatir dengan saya, saya mengakui dunia itu kejam, tapi saya tidak membenci dunia, saya tidak akan dengan bodohnya mengakhiri hidup saya :). Lagi pula, bagi saya dunia itu kejam karena tidak pernah membiarkan saya berjalan sesuai arusnya, ketika saya mencoba berjalan mengikuti arusnya, dunia akan segera berputar arah dan menabrak saya. Ya, saya yang membawa rancangan-rancangan saya, ditabrak secara keras oleh dunia dan rancangannya. Sakit, iya. Sedih, iya. Kamu tau tidak, yang lebih kejamnya lagi, dunia juga tidak membiarkan kita mengkambinghitamkan dunia atas kegagalan kita. Ya, banyak yang bilang kalau hanya si pembohong dan pengecut yang menyalahlan dunia ketika ia gagal. Kamu tau kan, saya bukanlah seorang pembohong yang menyalahkan hal lain ketika saya tidak dapat menyelesaikan seauatu, saya tidak menyalahkan dunia, bagaimana mungkin saya berani menyalahkan dunia, saya takut pada dunia. Dan saya hanya ingin dunia mendukung langkah-langkah saya. Itu saja.
Kamu, dunia itu kejam ya.. Setelah dunia menggagalkan rencana-rencana kita, tidak membiarkan kita menyalahkan dunia, dan kemudian, memberikan efek trauma takut yang luar biasa. Ini salah saya, saya tau. Saya terlalu takut akan kegagalan yang saya ciptakan karena tidak ada koordinasi yang baik antara saya dan dunia.. Koordinasi.. Ya, mungkin itu yang saya butuhkan: koordinasi. Tapi, saya belum ingin membicarakan solusi, karena solusinya dalam masalah-masalah hidup semacam ini saya rasa hanya satu, jangan pernah menyerah dan tetap berusaha berjalan berdampingan dengan dunia. Ya kan, itu yang pernah kamu bilang ke saya, untuk selalu berusaha. Saya sudah paham itu. Saya hanya ingin membahas prosesnya.. Ketika kenapa sering kali dunia seolah-olah menolak dan berusaha menjatuhkan kita..
Kamu, dunia ini kejam ya.. Tapi saya percaya kok kalau kejamnya dunia ini hanya ujian, sebagai proses pendewasaan. Ummm.. Jika kita berpikir semacam ini, sebenarnya dunia rasanya tidak sekejam itu ya.. Bahkan kadang mendukung kita, memberikan yang terbaik dan membentuk kita menjadi orang yang lebih baik. Seperti orangtua yang melarang anaknya ini dan itu, menggagalkan rencana-rencana si anak untuk mengarahkannya ke arah yang lebih baik, mungkin itu yang sedang dilakukan dunia terhadap saya, terhadap kamu. Kamu pasti ingin mengejek saya yang meracau sendiri seperti orang bodoh yang membicarakan masalahnya sendiri dan kemudian menemukan jalan keluarnya sendiri. Bukannya selalu seperti itu? Ketika kamu hanya bisa mendengarkan saya bicara sendiri dari awal sampai selesai kemudian bertanya "ngomong apa sih nad?" dan saya pun bingung sendiri apa yang saya bicarakan daritadi. tapi saya selalu tau kamu memperhatikan omongan saya, dan diam-diam menyelipkan nasihat-nasihat dan bahkan kritik di lain kesempatan.
Iya, kamu tau nggak, ternyata dunia tidak sekejam itu lho.. :) Menyenangkan!