Sunday, February 9, 2014

Glimpse of last friday night




first, me and le boyfriend went to a new upscale bar slash restaurant named Hyde in Kemang. I've been bugging my boyfriend to go there since i dont know when. but we never had a chance until last friday night.

I've been really curious about their dessert named Choco Soil and to me, it was a satisfactory. i like it!
and i also try their special cocktail named Sip and Go Naked, the name is overrated though. I can barely taste the alcohol in there.



After Hyde, we went to another bar named Cowboys Kemang, the name a little bit tacky in my opinion, but the interior brought my to Cowboys era in America, also their customer are mostly a foreigner. Decided to not drinking, I only ordered sparkling water. Highlight about this bar, there was a band playing, even though it started late at nite.



Monday, February 3, 2014

wake up call

just when i feel this urge of a little brag about going abroad pursue my scholarship, i stumbled into this page and found this:

“Now listen, you who say, ‘Today or tomorrow we will go to this or that city, spend a year there, carry on business and make money .’ Why, you do not even know what will happen tomorrow. What is your life? You are a mist that appears for a little while and then vanishes. Instead, you ought to say, ‘If it is the Lord’s will, we will live and do this or that.’ As it is, you boast and brag. All such boasting is evil.” James 4:13–16

such a wake up call to remain humble and full of hope. 


Waiting in vain

    Matthew 26:39 
    He went on a little farther and bowed with his face to the ground, praying, “My Father! If it is possible, let this cup of suffering be taken away from me. Yet I want your will to be done, not mine.” 
Beberapa minggu ini, dan sepertinya sampai beberapa hari kedepan, perasaan saya pasti bener-bener tidak karuan, mood pun mau tidak mau jadi terpengaruh dan jadi super sensitif. Saya rasa ini ada hubungannya dengan proses seleksi beasiswa ADS / AAS yang sedang saya jalani. Detik-detik menunggu pengumuman yang tidak pasti kapan, menunggu kiriman email yang entah isinya diterima atau tidak, dan hal-hal seperti tersebut sebelumnya benar-benar menyiksa! Ini yang benar-benar dinamakan waiting in vain.

Ya, saya memang meng-submit diri saya untuk mengikuti seleksi penerimaan beasiswa Australia Award, tepat pada tanggal 18 juli 2013, yang merupakan hari terakhir pendaftaran beasiswa AAS. Tanpa berharap banyak, dan tanpa memberitahukan ke keluarga maupun ke teman-teman saya kalau saya sedang apply beasiswa. Alasannya? Jujur, karena saya takut gagal. Dan seiring berjalannya waktu, saya tidak berharap terlalu banyak dengan beasiswa ini, apalagi dulu teman-teman IALF sering cerita kalau AAS memang lebih mudah, tapi saingannya sangat banyak. 

Bulan pun berganti dan tanpa adanya pengumuman apa-apa dari AAS, saya pun lupa sama sekali dengan aplikasi saya. Sampai pada akhirnya di pertengahan bulan Desember tetangga datang mengantarkan surat dari panitia AAS yang datang dan dititip pada beliau karena pada saat itu rumah kosong. Dengan tangan gemetar saya buka amplop putih itu, dan ternyata isinya menyatakan kalau saya masuk dalam Shortlist, disertai dengan jadwal Tes IELTS dan wawancara JST pada bulan Januari. Puji dan syukur saya panjatkan. Karena masuk shortlist membuka jalan saya selangkah lebih dekat dengan mimpi saya. (dan denger-denger, bagian tersulit untuk mendapat beasiswa AAS ini adalah justru tahap ini).

Akhirnya memasuki tahun 2014, saya mulai mempersiapkan diri saya menghadapi tes IELTS tanggal 9 dan 11 Januari dan interview JST pada 16 Januari. Fokus saya pun lebih ke IELTS karena menurut saya yang harus dipelajari banyak: reading, writing, speaking, dan listening. Banyak sekali cobaan dari mulai mencoba belajar sampai pada hari H tes. Seperti iblis lagi mencoba mengusik emosi dan mood saya menghadapi tes. Dan memang saya sempat down pada hari H, tapi saya mencoba mengatasi mood saya dan menyelesaikan tes yang ada dihadapan saya.

Seminggu kemudian, pada tanggal 16 Januari 2014, saya menghadapi interview JST. Cobaan kembali datang karena minggu itu adalah dimana sedang diadakan Rapat Kerja Nasional BPN 2014 di Ancol dan saya menjadi panitianya. Malam sebelum interview, saya tidak baca apa-apa, saya bahkan tidak tahu apa yang harus saya persiapkan, sehingga akhirnya pada saat interview, menurut saya kurang memuaskan. bahasa inggris yang digunakan seadanya, dan saya sempat lupa universitas yang saya ingini. hadeuh.

Nah, baru-baru ini hasil tes IELTSkeluar dan ternyata saya masih mendapat band 7 (yeay!) walaupun terdapat band 5 pada materi writing. tapi setidaknya itu masih masuk kategori lolos IELTS. jadi sekarang saya tinggal bergantung pada hasil interview JST, apakah saya berhasil memikat kedua interviewer saya atau tidak.

Sekarang setiap kali saat mendengar maupun melihat apapun yang berbau Australia, hati saya pasti sedikit ketar-ketir dan pikiran saya kembali ke aplikasi beasiswa saya. Saya tidak pernah menginginkan sesuatu sampai seperti ini. Banyak hal yang saya rela korbankan untuk keinginan saya yang satu ini, tapi saya tahu kalau saya harus berserah dan mengembalikan ini kepada Tuhan. Karena sebagai manusia, segala usaha yang saya harus lakukan sudah saya lakukan, dan saya tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain berdoa dan menunggu pengumuman yang sepertinya akan keluar dalam minggu-minggu ini. 

So.., Your will be done. 


Disclaimer: I don't own any pictures on this site unless otherwise stated. I get most of them from miscellaneous sites. if it yours and you want it down, do tell.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...