Wednesday, November 30, 2011

Melipir untuk Berpikir

Funfact #1 bagi saya toffee nut latte adalah minuman mahal paling kampung yang paling enak.  

Sendiri duduk di salah satu pojok coffee shop (yeah.. starbucks) bukan merupakan hobi atau rutinitas saya, tapi sebagai loner sejati, saya menikmati aktivitas saya yang satu ini. Aktivitas yang semakin sering saya lakukan dalam rangka starbucks christmas tradition untuk mengumpulkan sticker sampai 25 sticker untuk mendapatkan Planner 2011. (Okay i know, this is way too geek).


Sebenarnya saya berada di tempat ini saat ini karena saya merasa otak saya sedang tidak mampu diajak multitasking, dimana saya harus menyetir, mengambil keputusan teramat besar, browsing di internet, dan berbicara dengan orangtua saya di telfon. Yaa, siapapun juga saya rasa tidak mampu. Jadi, saya pun belok ke starbucks terdekat untuk melakukan semua yang harus saya lakukan. so here i am, with my favorite bev,  and sit nicely in the corner,.

Saya mulai meminum minuman kesayangan saya ketika saya membuka laptop saya, online, dan mulai menghubungi orang tua saya. Ya, saya sedang berada dalam posisi yang sulit, yang membutuhkan pertimbangan-pertimbangan lain di luar diri saya. Kalut. 

Saya meminum kembali minuman dingin dihadapan saya.. Jadi maka dari itu saya tadi memutuskan untuk melipir ke starbucks untuk berpikir mengenai keputusan yang akan saya ambil, melakukan perbandingan pros dan cons, menelfon orang tua saya, browsing untuk melakukan perbandingan, dll dll hingga akhirnya saya memutuskan, adalah hal yang terlalu gegabah untuk mengikatkan diri saya dalam suatu  perjanjian jual beli. Ya, saya mundur. Bye bye investasi. 

Minum saya belum setengah saya minum ketika saya berpikir bahwa ternyata, manusia itu memang harus memikirkan masak-masak segala keputusan yang akan dia ambil. Memang kadang-kadang dalam mengambil suatu keputusan manusia butuh tutup mata, tutup telinga, secuil kenekatan dan langkah tegak yang spontan. Dan memang segala keputusan yang manusia ambil, baik itu keputusan kecil yang sepertinya remeh temeh sesimpel belok ke kanan atau pun kekiri (sesimpel memutuskan untuk melipir dan berfikir seperti sekarang), maupun keputusan besar yang sifatnya lifetime, setiap keputusan manusia apapun itu sama-sama dapat mengubah hidup seorang maupun banyak manusia. Sebenarnya saya tidak pernah  mengkategorikan diri saya sebagai manusia spontan, saya juga bukan orang yang selalu memikirkan apa yang saya lakukan. Biasanya, dalam mengambil suatu keputusan apabila itu mendesak, saya akan mengambil keputusan dalam keadaan gegabah, panik, dan tanpa berpikir panjang. Seperti halnya hari ini dimana saya berada dalam keadaan mendesak yang hampir membuat saya mengambil keputusan jangka panjang.. to lease an apartment! Seperti yang saya sudah ungkit diatas, saya yakin membeli sebuah apartment bukan merupakan hal yang salah, dimana hal tersebut merupakan investasi jangka panjang yang sebagai rakyat golongan menengah, kita harus menjadi golongan yang kuat dan mampu dengan memikirkan investasi jangka panjang, dan salah satu bentuknya adalah harus mampu memiliki tempat tinggal sendiri (well yeah, saya sedang membaca Ligwina Hananto's book Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Cara untuk Tidak Miskin, and this book pretty much fascinate me in many ways). Tetapi, tanpa berpikir panjang, hampir saja saya mengikat beli sebuah apartment di bilangan kebayoran lama, tanpa berpikir mengenai cicilan, bunga, lokasi, lantai, view, dll dll. terdengar horor bukan? thus, after contemplating everything: I canceled the deal.

Minum saya sudah hampir habis ketika saya menyadari bahwa saya tidak menyesal dalam keputusan yang saya ambil sekarang ini. Saya sudah melipir untuk berpikir (i love it when it rhymes) dengan segala pertimbangan-pertimbangan yang ada. Selain itu karena memang saya akui ada hal yang janggal dalam diri saya apabila saya terburu-buru mengambil keputusan seperti tadi. Ya, mungkin yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan hanyalah kemantapan hati. Baik keputusan besar yang berarti di kehidupan kita, keputusan kecil yang remeh temeh, keputusan spontan, maupun keputusan yang penuh dengan pertimbangan, satu hal yang paling penting dan menjadi panduan kita dalam melangkah hanya lah kemantapan hati, membuat segala rintangan seakan tak berarti (again, I love it when it rhymes :) )

Sunday, November 20, 2011

Matahari dan Bulan

Kamu bilang kamu mencintai matahari, Tetapi kamu berselingkuh dengan sang bulan
Kamu Bermain-main dengan matahari, lalu kamu tidur dipangkuan rembulan
Kamu bilang kamu tidak mampu hidup tanpa keduanya,
Membiarkan mereka berputar-putar, dengan kamu sebagai porosnya.

Kamu bilang kamu hidup dari sang mentari.
Sinarnya, hangatnya, setiap elemennya mengiringi tarian lincah mu.
Kamu senang, kami tahu itu..
Tapi kamu tidak bisa menyembunyikan lelah di balik matamu
Kamu mulai mencari bayang-bayang hitam
untuk bersembunyi menghindar.
"Sinarnya menyilaukan, hangatnya keterlaluan" begitu katamu,
Lalu dibawah bayang hitam kamu mulai menunggu datangnya malam.

Ketika malam datang menggandeng bulan, kamu tersenyum menyambut kedatangannya
Berpendar menggoda rembulan, dengan bujuk rayu khas kamu..

Sang bulan pun membelai lembut wajahmu dengan sinar nya
Lalu kalian bercengkrama bertukar cerita.
Rasa, asa, cinta.
Malam semakin tua dan kalian tetap bersama
Tertidur berdampingan, bergandengan.

Lupakah kamu dengan mentari, ketika rembulan hadir menemani malam-malam mu?

Meski kamu mencintai bulan, kamu tetap menggandeng siang.
Menutup mata bahwa sinar sang bulan takkan mampu menyinari seluk beluk sudut malam mu..
Mendampingi hari-harimu.

Kemudian ketika siang datang lebih terang
menutupi indahnya sang bulan.. Membangunkan kamu dari mimpi-mimpi nyata
Mencambuk kamu dengan fakta
Meninggalkan mu menangis
air mata egois.

Tuesday, November 15, 2011

Kamu, dunia itu kejam ya..

Kamu, saya tau mungkin kamu sedang malas menanggapi cerita saya.. Tapi biarlah, toh saya lagi-lagi hanya ingin bermonolog. Toh kamu juga tidak pernah memberikan masukan-masukan yang berarti, biasanya kamu hanya menanggapi dengan ejekan-ejekan yang kamu tau bisa membuat saya kesal namun sedikit tersenyum. tapi kamu sahabat saya, dan saya sedang butuh kamu untuk menyerap, mendengar ataupun membaca semua keluh kesah saya, dan menanggapi nya dengan ejekan khas kamu yang sebenarnya menyenangkan dan saya butuhkan.

Kamu, dunia itu kejam ya.. Dari seluruh orang yang saya kenal, kamu lah orang yang paling paham ketika saya bilang "dunia itu kejam, namun saya tidak membenci nya". Ya kamu memang sering sekali mengajak saya berbicara tentang hal-hal yang abstrak, dunia dan akhirat, malaikat, setan, kehidupan lain kamu sebagai pohon, dan lain-lain. Sebenarnya, Bukan topik yang menarik buat saya yang lebih suka membahas hal-hal yang sophisticated, gosip, atau isu-isu lain yang lebih nyata. tapi kamu terus meracau membicarakannya. Jadi,ketika saya merasa dunia itu kejam, hal pertama yang saya ingat adalah kamu. dan saya ingin bertukar pikiran tentang ini dengan kamu.

Kamu, dunia itu kejam ya.. Ketika kita sudah menyusun rencana beberapa langkah ke depan, entah bagaimana caranya dunia pasti berusaha menggagalkannya. Langit, darat, air, dan segala isinya dengan segala caranya pasti berusaha menggagalkannya. Dan seperti memberikan efek domino, rencana-rencana yang sudah manusia susun rapih, saling menggagalkan satu sama lain. Ya, yang saya bicarakan bukan hanya rencana-rencana yang sudah saya susun rapih, tetapi hampir semua rencana manusia di dunia ini seringkali digagalkan oleh dunia. Dan kemudian rencana-rencana itu saling menggagalkan satu sama lain. ya, kamu tau tidak, sering sekali saya menyimpan rencana-rencana saya dalam hati karena saya takut apabila saya membicarakannya, dunia akan mendengar dan kemudian kembali berusaha menggagalkan segala sesuatunya.

Kamu, dunia itu kejam ya.. Saya yakin bukan hanya saya yang merasa semacam itu, pasti kamu juga kadang-kadang merasa seperti itu, dan orang lain?! Hahh, jangan ditanya, orang lain saya yakin juga banyak merasakan hal yang serupa, kalau tidak, tingkat kriminalitas di dunia apalagi indonesia tidak akan sesemerbak sekarang. Juga kecenderungan bunuh diri. (please saya sedang tidak ingin membicarakan angka kriminalitas kita, apalagi tentang kecenderungan bunuh diri) tapi Itu pasti karena dunia itu memang kejam. Kamu tidak usah khawatir dengan saya, saya mengakui dunia itu kejam, tapi saya tidak membenci dunia, saya tidak akan dengan bodohnya mengakhiri hidup saya :). Lagi pula, bagi saya dunia itu kejam karena tidak pernah membiarkan saya berjalan sesuai arusnya, ketika saya mencoba berjalan mengikuti arusnya, dunia akan segera berputar arah dan menabrak saya. Ya, saya yang membawa rancangan-rancangan saya, ditabrak secara keras oleh dunia dan rancangannya. Sakit, iya. Sedih, iya. Kamu tau tidak, yang lebih kejamnya lagi, dunia juga tidak membiarkan kita mengkambinghitamkan dunia atas kegagalan kita. Ya, banyak yang bilang kalau hanya si pembohong dan pengecut yang menyalahlan dunia ketika ia gagal. Kamu tau kan, saya bukanlah seorang pembohong yang menyalahkan hal lain ketika saya tidak dapat menyelesaikan seauatu, saya tidak menyalahkan dunia, bagaimana mungkin saya berani menyalahkan dunia, saya takut pada dunia. Dan saya hanya ingin dunia mendukung langkah-langkah saya. Itu saja.

Kamu, dunia itu kejam ya.. Setelah dunia menggagalkan rencana-rencana kita, tidak membiarkan kita menyalahkan dunia, dan kemudian, memberikan efek trauma takut yang luar biasa. Ini salah saya, saya tau. Saya terlalu takut akan kegagalan yang saya ciptakan karena tidak ada koordinasi yang baik antara saya dan dunia.. Koordinasi.. Ya, mungkin itu yang saya butuhkan: koordinasi. Tapi, saya belum ingin membicarakan solusi, karena solusinya dalam masalah-masalah hidup semacam ini saya rasa hanya satu, jangan pernah menyerah dan tetap berusaha berjalan berdampingan dengan dunia. Ya kan, itu yang pernah kamu bilang ke saya, untuk selalu berusaha. Saya sudah paham itu. Saya hanya ingin membahas prosesnya.. Ketika kenapa sering kali dunia seolah-olah menolak dan berusaha menjatuhkan kita..

Kamu, dunia ini kejam ya.. Tapi saya percaya kok kalau kejamnya dunia ini hanya ujian, sebagai proses pendewasaan. Ummm.. Jika kita berpikir semacam ini, sebenarnya dunia rasanya tidak sekejam itu ya.. Bahkan kadang mendukung kita, memberikan yang terbaik dan membentuk kita menjadi orang yang lebih baik. Seperti orangtua yang melarang anaknya ini dan itu, menggagalkan rencana-rencana si anak untuk mengarahkannya ke arah yang lebih baik, mungkin itu yang sedang dilakukan dunia terhadap saya, terhadap kamu. Kamu pasti ingin mengejek saya yang meracau sendiri seperti orang bodoh yang membicarakan masalahnya sendiri dan kemudian menemukan jalan keluarnya sendiri. Bukannya selalu seperti itu? Ketika kamu hanya bisa mendengarkan saya bicara sendiri dari awal sampai selesai kemudian bertanya "ngomong apa sih nad?" dan saya pun bingung sendiri apa yang saya bicarakan daritadi. tapi saya selalu tau kamu memperhatikan omongan saya, dan diam-diam menyelipkan nasihat-nasihat dan bahkan kritik di lain kesempatan.

Iya, kamu tau nggak, ternyata dunia tidak sekejam itu lho.. :) Menyenangkan!

Friday, November 11, 2011

special 11


To celebrate this beautiful date: 11.11.2011 here I present to you 11 things that can make my life a living hell.

1.     No internet access, no cellphone signals, or anything close to disconnected from outside world via gadgets
2.     One disturbed sleep.
3.     Being obliged to wake up extra early (hence number 2)
4.     Having someone sleeping in my bed with day clothes
5.     A Dead air communication
6.     Feeling guilty after said something without thinking.
7.     faking that i know what i’m doing in the dating world because men judge technique more than genuity.
8.     wanting to express so much but not being able to. somedays for ethical reasons, others for fear of being ridiculed, or endless etiquette.
9.     not feeling any desire to work in the past years, but still feeling guilty every time i don’t work.
10. Helpless situation
11. Underestimated by surrounding

What about yours? Give me 11 of anything..

Disclaimer: I don't own any pictures on this site unless otherwise stated. I get most of them from miscellaneous sites. if it yours and you want it down, do tell.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...