Sunday, September 25, 2011

Asli atau Palsu? You decide!

selamat siang.. 
Di siang kali ini, saya sedang asyik browsing-browsing toko-toko online di facebook.. dan di saat saya yang kebetulan saat ini sedang tergila-gila dengan Lindy Bag from Hermes, mata saya terpaku ke salah satu online shopping yang sudah menjadi teman saya di facebook. Di antara albumnya yang semua nya merek-merek kece, ada satu album yang  berjudul Hermes.. Penasaran pengen lihat koleksinya, saya pun mengklik album tersebut dan mata saya terfokus melihat satu persatu jenis-jenis tasnya dan ADA. ADA LINDY BAG NYA! Hmmm.. harga cukup miring.. tapi yang menjadi masalah, barang-barang yang dia punya semua nya kw. alias palsu. alias tidak asli.. saya ngerti sih, kalau asli pasti sudah puluhan alias digit nya banyak sekali. terus terang saya tidak sanggup. lebih baik mundur teratur.. te..ra..tur.. 

Lalu saya menjadi bertanya-tanya, tas sebegitu mahal harganya, kok bisa saya lihat bertebaran yah orang di mall memakainya.. apa mereka semua anak-anak konnglomerat semua? atau.. itu palsu semua?? either way mengerikan.. ya ga sih.. apa merupakan hal yang lumrah untuk membeli barang-barang kw? Saya takut lho.. Yang saya punya dilemari saya kelasnya memang zara, topshop, marks&spencer, gap, dan semacamnya.. ibarat kata: butik-butik lantai 2. Kalau butik-butik lantai dasar.. hahhh belum mampu. Tapi, toh saya tidak memaksakan diri untuk memiliki apa yang saya belum mampu. saya sabar, suatu saat saya pasti bisa.. dan itu salah satu goal saya. mungkin sepertinya shallow, tapi goal yang sepertinya shallow ini membutuhkan goal-goal lain yang lebih nyata dan kongkrit. Berat tauuu..

Kembali ke keheranan saya akan banyaknya anak-anak dari kalangan remaja ke atas yang menggunakan barang-barang khususnya tas yang harganya mahadahsyat ini, sebenarnya menunjukan apa sih? membuktikan kemajuan daya beli masyarakat Indonesia? iya kalau asli. Memang jaman sekarang anak belasan tahun sekarang sudah dikasih jinjingan yang lebih mahal dari isinya. Di salah satu majalah yang saya baca waktu saya treatment di salon, saya ingat betul kalo anak-anak ini memang sudah terbiasa dengan merek-merek yang nyebutnya saja orang-orang masih suka salah, saya curiga mereka (anak-anak beruntung born with silver pacifier) bahkan tidak tahu kalo tas dengan merek-merek tersebut biasa di jual bertumpuk-tumpuk di lantai dasar di mangga dua. Tapi, kalo saya bilang kemajuan daya beli masyarakat Indonesia itu maju mah beneran. Maju betulllll cyin. Apalagi semakin saya beranjak dewasa, mulai centil, dan sadar merek, saya pun semakin jiper melihat bahwa orang-orang daya saing nya kencang betul. dari ujung rambut sampai ujung kaki tertata cantik apik dan branded. Kalau berbicara begini sepertinya saya adalah budak merek ya, tapi sumpah, saya bukan budak merek. Saya puas dengan kemampuan saya dan barang-barang yang saya punya. Tapi bukan berarti saya tidak mau tas-tas lucu itu :)

Nah, lain ceritanya kalau yang sering saya papasan di mall-mall ato dimanapun itu ternyata adalah knock-off. Hmmm, agak sedih juga sih kalau membayangkan ya apa daya beli Indonesia ya memang segitu, dan kita pun memaksakan diri untuk terlihat wow dengan barang-barang yang aspal. Yang lebih lucu lagi, saya pernah jalan dengan salah seorang teman SMA saya ke suatu mall di Jakarta, dan dia melihat Global store Louisse Vuitton,  dan coba tebak apa yang dia tanya ke saya "itu LV yang dijual asli ya nad? itu toko asli?" saya pun agak bengong sesaat, dan menjawab "yaiyalah" dan dalam hati saya melanjutkan .. Halloo.. Ya apa selama ini memang ada orang-orang yang tidak mengerti kalau merek-merek ITC tersebut dibuat berdasarkan yang merek asli? Ada lhoo guys barang aslinya.  Ada juga teman SMA saya yang ke Jakarta khusus untuk ke mangga dua dan kembali ke Pontianak dengan jumawanya karena berhasil membeli tas-tas "lucu tp aspal" sekoper. Saya tidak bilang itu jelek, yang menggunakan barang-barang KW ini banyak kok yang tetep terlihat cool :), bahkan lebih terlihat cool dari saya yang seadanya dengan tas "not high end enough". Tapi ya saya yakin, kalau orang menggunakan produk tertentu pasti untuk kepuasan. Baik itu kepuasan dirinya, maupun kepuasan orang lain. Ada yang mengunakan tas kw tersebut biar terlihat wow oleh sekitarnya, ada yang menggunakan karena memang cuek dan untuk kepuasan pribadinya, ada juga yang murni tidak tahu dan memakai tas tersebut tanpa perduli merek apa dan asli atau tidaknya. Nah, kalau saya, menggunakan yang palsu itu rasanya hampir sama seperti membohongi diri sendiri, dan saya tidak nyaman dengan itu, jadi sampai sekarang saya belum pernah mencoba membeli tas merek kw ini. ya tapi begitulah, kembali lagi ke pilihan situ. Kalau saya sih cukup puas dengan barang-barang saya yang murah meriah, tapi tetap asli dan kualitas terjamin, atau akan lebih bagus lagi kalau menggunakan produk-produk buatan Indonesia asli yang sekarang udah kualitas import. Tidak kalah keren, memajukan produk Indonesia, dan bahkan bisa meningkatkan devisa negara. how cool is that?! Selain itu, saya juga pernah bilang di some thought on shopping bahwwa kadang-kadang, beli barang yang murah itu kadang-kadang mengurangi bentuk penghargaan kita ke barang tersebut, apalagi kalo dibandingkan dengan barang yang cukup mahal. Pasti akan lebih kita sayang rawat, dan jaga. Ya ga seeeehhhh?

Yang jelas, suatu saat. Ya, suatu saat. Saya akan mencapai suatu titik dimana saya mampu membeli tas-tas kece itu. Tunggu aku ya Hermes, Celine, Yves Saint Laurent, Chloe, dll dll

No comments:

Post a Comment

Disclaimer: I don't own any pictures on this site unless otherwise stated. I get most of them from miscellaneous sites. if it yours and you want it down, do tell.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...