Kamu bilang kamu mencintai matahari, Tetapi kamu berselingkuh dengan sang bulan
Kamu Bermain-main dengan matahari, lalu kamu tidur dipangkuan rembulan
Kamu bilang kamu tidak mampu hidup tanpa keduanya,
Membiarkan mereka berputar-putar, dengan kamu sebagai porosnya.
Kamu bilang kamu hidup dari sang mentari.
Sinarnya, hangatnya, setiap elemennya mengiringi tarian lincah mu.
Kamu senang, kami tahu itu..
Tapi kamu tidak bisa menyembunyikan lelah di balik matamu
Kamu mulai mencari bayang-bayang hitam
untuk bersembunyi menghindar.
"Sinarnya menyilaukan, hangatnya keterlaluan" begitu katamu,
Lalu dibawah bayang hitam kamu mulai menunggu datangnya malam.
Ketika malam datang menggandeng bulan, kamu tersenyum menyambut kedatangannya
Berpendar menggoda rembulan, dengan bujuk rayu khas kamu..
Sang bulan pun membelai lembut wajahmu dengan sinar nya
Lalu kalian bercengkrama bertukar cerita.
Rasa, asa, cinta.
Malam semakin tua dan kalian tetap bersama
Tertidur berdampingan, bergandengan.
Lupakah kamu dengan mentari, ketika rembulan hadir menemani malam-malam mu?
Meski kamu mencintai bulan, kamu tetap menggandeng siang.
Menutup mata bahwa sinar sang bulan takkan mampu menyinari seluk beluk sudut malam mu..
Mendampingi hari-harimu.
Kemudian ketika siang datang lebih terang
menutupi indahnya sang bulan.. Membangunkan kamu dari mimpi-mimpi nyata
Mencambuk kamu dengan fakta
Meninggalkan mu menangis
air mata egois.

No comments:
Post a Comment