Pernah nggak kamu merasa bahwa orang yang
selama ini kamu lihat biasa-biasa saja tiba-tiba seperti memiliki daya tarik
tersendiri yang membuat kamu mulai penasaran dan selanjutnya muncul rasa yang
lebih dari sekedar biasa-biasa saja. Bukan, bukan karena orang tadi merubah
penampilannya jadi lebih menarik, ia tidak melakukan perubahan apa-apa. Kita
juga sedang tidak membahas mengenai personality.
Bahasan kali ini murni secara fisik, dan sesungguhnya, secara fisik orang tadi
itu terlihat tidak menarik (jujur-jujur aja nih ya). Tetapi suatu saat, boom! ia terlihat menjadi begitu
menarik, tanpa melakukan perubahan apa-apa. Pernah mengalami yang semacam ini?
Well, inilah yang dikenal dengan istilah Mermaid
Theory.
Mermaid
Theory atau teori putri duyung (kok terjemahannya ribet dan kurang
cantik ya..? okey mari kita tetap pake bahasa inggrisnya aja, mermaid theory). Mermaid theory ini adalah teori yang dikembangkan oleh para pelaut
di jaman dahulu. Para pelaut yang pergi berlayar sering kali menempuh waktu
berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Untuk waktu yang begitu lama, para pelaut
yang kebanyakan lelaki ini mulai merasa rindu melaksanakan kebutuhan (dan
kewajiban?) sebagai seorang laki-laki normal yang pingin dielus-elus. Disaat-saat
‘pengen’ semacem ini, pelaut gagah yang kebetulan melihat ikan duyung atau
dugong (Manatee) yang sebelumnya
sering ia lihat dan biasa-biasa saja, hanya ikan gendut normal, tiba-tiba
terlihat sangat seksi, berambut panjang, dengan bikini mini, suara indah yang
menyihir dan sebagainya-dan sebagainya. dan ia pun jatuh cinta kepada manatee yang bagi dia adalah wanita yang
sangat sempurna, and basicly wanna fuck
it. or.. her. whatever. Laporan pandangan mata dari pelaut inilah yang
kemudian menjadi cerita terkenal tentang putri duyung yang sudah banyak disadur
dan diadaptasi dalam banyak film dan kartun. Hal ini pula lah yang kemudian
oleh para ahli dikembangkan menjadi suatu teori yang kita kenal dengan mermad theory.
Teori ini berlaku
untuk siapa saja, baik dia laki-laki maupun perempuan, pelaut maupun bukan,
manusia maupun binatang (hence the dugong
thingy). Jadi ketika kita sedang merasa aman dengan friendzone kita, disaat itulah kita harus hati-hati karena mermaid-clock mulai menghitung mundur
dan disuatu ketika BAMM! Doi akan
terlihat super menarik layaknya mermaid.
Pernahkan merasa gitu?! Pasti pernah deh..
Iya intinya sih
begitu, ada kalanya ketika seseorang yang tadinya biasa saja bahkan mungkin
cenderung kita katain jelek dan ga banget, tiba-tiba si orang tadi menjadi
begitu rupawan. Sebenarnya sih mermaid
theory ini secara umum sedikit mirip dengan karma. Hanya saja apabila kita
melihat dari sudut pandang karma, semuanya itu lebih ke sudut pandang
pasif-negatif. Artinya, tidak ada peran manusia disini, semuanya dimainkan oleh
tangan kasat mata bernama universe. Sementara
mermaid theory memberikan kebebasan
kepada alam pikir manusia untuk bermain, artinya manusia tetap berperan aktif,
dan memiliki pilihan. Iya, tetap memiliki pilihan, walaupun di hadapan kita ada
sosok ganteng seksi rupawan telanjang dada, tapi tetap aja pilihan ada di
tangan dan kesadaran kita :) whether you
want the manatee or not.
Jadi, pernah nggak menemukan diri kamu berada di
kondisi semacam ini? Orang yang sepertinya kamu anggap ‘tidak mungkin’
tiba-tiba kamu melihat nya dan merasa dia terlihat oke banget dan rasa-rasa
penasaran yang berujung 'pengen memiliki' dan oengen-pengen yang lainnya..
Apabila kamu pernah menemukan diri kamu dalam kondisi semacam ini, bagus.
berarti kamu baru saja memperkuat teori ini. Apabila kamu BELUM menemukan diri
kamu dalam kondisi semacam ini, dan kamu sedang denial bahwa teori ini tidak
ada dan tidak mungkin, well.. good luck!
Look around you extra closely, and don’t let your guards down.. karena
terhadap dia yang kamu anggap dibawah standart mu, the mermaid-clock is starts to tick…. Now.
***
inspired by How I Met
Your Mother

No comments:
Post a Comment