Marriage is for the
people whose already found their best enough.
Maaf kalau lagi-lagi
postingannya tentang pernikahan, well,
its not really about marriage, more
like about finding your right one. Sebagai wanita yang sedang berada dalam
masa-masa dikejar pertanyaan-pertanyaan semacam “kapan menikah?”, “kapan nyusul
kakaknya?”, “calonnya mana?” dan sebagainya-dan sebagainya. Jawaban saya selalu
sama: senyum manis sambil geleng-geleng manja. Tetapi dalam hati selalu bertutur
hal yang sama “knock it off. I just haven’t
met him yet”.
Yup, I just haven't met him yet. Namun tiba-tiba pertanyaan klasik menghantui saya ‘mr right’ itu sebenarnya siapa sih? Yang terbaik atau yang cukup
baik? The right one, or right enough? Banyak kasus ditemui, dalam perjalanan pencarian pasangan hidup, orang sering gonta-ganti pacar dengan alasan mencari yang terbaik, tetapi ternyata berakhir di pelaminan dengan orang yang ternyata tidak lebih baik daripada yang ia temui di perjalanannya. Hal inilah yang menjadi pertanyaan saya beberapa hari belakangan ini. Bagaimana kalau yang terbaik adalah seseorang dari masa lalu kita, yang karena keinginan kita mencari yang lebih baik, kita melewatkan yang terbaik.
Sering kali saya bertanya kepada orang yang lebih senior yang sudah menikah cukup lama, atau bertanya kepada teman-teman yang baru menikah "bagaimana sih kita tahu kalau dia adalah orang yang tepat?", tetapi jawaban yang mereka berikan tetap saja bukan merupakan jawaban yang gamblang. rata-rata jawabannya adalah "you just know it"
But How?

No comments:
Post a Comment