Friday, December 2, 2011

Bring it on, December!

Funfact #2 I just found out my phobia: RATS (dan konco-konconya)

People says, December is a 'friday' of the months
Desember seharusnya merupakan bulan baik. Iya, baiknya menutup segala sesuatunya dengan yang manis-manis, jadi kita bisa mengawali tahun yang baru dengan langkah tegap dan muka penuh kesiapan menghadapi apapun itu yang menunggu kita di tahun berikutnya. Ya, desember sebagai bulan penutup, ditambah lagi dengan natal yang semakin dekat harusnya menyenangkan. Sebenarnya saya yakin, natal kali ini pasti tetap manis. Full of joy and laughter and happiness and bla bla bla bla. Setidaknya kira-kira begitu kata-kata yang ada di kartu ucapan, dan saya percaya.

Tetapi, harapan memang seringnya sleg dengan kenyataan, bulan Desember bagi saya selalu menjadi bulan yang penuh  dengan cobaan. Selalu.  Saya ingat betul tahun lalu di bulan Desember saya banyak menangis -yang kalau saya ingat lagi untuk hal yang sangat sangat memalukan dan sepele- tapi, entah kenapa, di bulan yang sama, di bulan yang seharusnya menyenangkan, lagi-lagi saya ingin menangis. Ingin menangis. Penekanan dibutuhkan disini karena saya belum menangis, ingin tetapi tidak bisa. Padahal, hari ini barulah hari kedua di bulan Desember, tetapi entah kenapa semuanya seperti mengarah ke jalan yang gelap. Banyak hal yang seakan-akan mencobai saya, hmm.. lebih tepatnya, meninggalkan saya. ya, banyak hal yang sepertinya ingin meninggalkan saya. Seseorang Sesuatu.. well, i dont know

Saat-saat semacem ini, dimana hati lagi memegang kendali, saya butuh berpikir waras. Tetapi bodohnya, bukan distraction yang saya cari, saya malah melangkah semakin jauh ke dalam galau*.. Kemana-mana sendirian, mengunci diri di kamar, dan lain-lain semacamnya. Saya memang bukan pembaca buku-buku selfhelp atau selfmotivating dan sejenisnya, tetapi saya cukup sadar kalau sikap saya yang seperti ini malah membuat jarak antara saya dengan segala hal yang saya takuti akan meninggalkan saya malah semakin jauh. Tapi, lagi-lagi seperti yang saya bilang, hati sedang memegang kendali. Dan menarik saya semakin jauh, entah kemana. 

Desember seharusnya menjadi bulan yang manis. Natal untuk semua. Tetapi, kenapa Desember harus diawali dengan segala yang pahit? bahwa sepertinya saya harus menjalani semuanya sendirian? bahwa saya akan kehilangan?

Lagi-lagi pemikiran bodoh..

*galau. Hmm entah kenapa saya mulai kurang suka menggunakan kata ini.

ps. Saya benar-benar baru menemukan ketakutan yang teramat sangat terhadap tikus dan konco pengerat lainnya. Hal ini saya sadari ketika saya sedang menulis post ini dan merasakan ada sekelebat bayangan yang berjalan di samping kanan saya dan ternyata tikus yang kecil  yang tidak ada lucu-lucunya sama sekali. Seketika itu juga saya terpaksa menerima fakta bahwa ada tikus di kamar saya! ya di kamar sodara-sodara!! betul-betul menambah kenyataan bahwa desember adalah bulan yang penuh cobaan. Dan ketika itu juga, ketika saya harus berhadapan dengan makhluk yang satu itu, saya betul-betul gemetar, lemas, dan susah bernapas. and cried several times calling for mom out loud which doesnt help cause my mom is nowhere near me. --> setidaknya makhluk kecil itu mampu mendistrek saya dari kamu-kamu yang menyebalkan.

No comments:

Post a Comment

Disclaimer: I don't own any pictures on this site unless otherwise stated. I get most of them from miscellaneous sites. if it yours and you want it down, do tell.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...