Monday, February 20, 2012

love is (not) overrated

Valentine sudah lewat, tapi kata beberapa orang skeptis "tiap hari adalah hari kasih sayang, kenapa harus merayakan satu hari bernama valentine", walaupun realis akan menjawab "tiap hari sayang ibu, kenapa harus ada hari ibu?!" Yah.. apapun itu, tidak pernah ada kata terlambat untuk mengucapkan happy valentine!

Berkaitan dengan valentine, saya sedikit terganggu dengan jawaban-jawaban semacam "ga ngerayain valentine". that's a bit insulting. Valentine kan bukan kepercayaan, its just a moment to show more of love and care to others. Sama halnya seperti tanggal hari jadian, dimana pada hari itu kamu dan pasangan akan menunjukan hal-hal yang lebih romantis. Dan dengan merayakan hari jadi kalian bukan berarti di hari-hari lain kalian tidak menunjukan sayang satu sama lain kan?! So get over it people. valentine is only a date peoples pick to celebrate love, if you have love, you'll respect it. What's with love is getting thicker in the air for a day? Thats a really nice thing in this fucked up world.

Maaf ya saya sedikit terbawa emosi..

Yaa, emosi saya bisa dibilang cukup labil dalam beberapa hari terakhir.. kalau kata seseorang yang saya kenal, setelah putus saya jadi meledak-ledak. Am I? Maybe, idk. Menurut saya, satu minggu merupakan minggu yang sangat berbeda, kenapa?

1. Being Single
Mulai dari tanggal 12 februari, saya officially single. I dont know what to explain about this state of mine, yang jelas cepat atau lambat hal ini akan terjadi, i only need to push the button. So yeah, i'm single. For a week, i carry this new status of mine with a big grin and happy heart, but i dont know from now onward whats gonna happen, for a young woman who never singles for the past four years, am i gonna miss something?

2. Social life
If i am a sims, my social life bar would be a really buzzing with bright green now. Since i broke up, this week full of meet up with different peer of mine. From an accidental bumped with junior high school besties, to a well-planned college gathering, even i need to put some dates on hold. Also family is happen to be in town, so i actually never feel alone.

one of the picture


3. Feist
Yeah baby, Feist was not just happened to be in town. I bought the tickets month ago, planning to go with my boyfriend. But hence the break-up, all plan was ruin, including this. Kebetulan sekali salah satu sahabat saya pernah bilang "Nad, kalo lo tiba-tiba berantem ato putus sama ciko, puhlease tiketnya buat gue" So, lucky bitch was lucky, she tagged along, and I'm more than thankful having her beside me. Hmmm... what can i say about this gig, well, i was so awe by her performances. Leslie Feist is so pretty dengan vokal yang jernih dan tebal. she didnt put that much effort tapi berhasil menghipnotis penonton (oii penontonnn!!!). Yang saya tahu sebelumnya, tidak ada opening act malam itu, tetapi secara tiba-tiba, tepat pukul 8pm Erlend Oye from Kings of Convenience, naik ke panggung dan mulai memetik gitarnya. He sang some songs i dont even know (but i bet no one there knows ;)) up until he sang close to you from The Carpenter. it was hypnotic. And he closed his performance with the famous Cayman Island. Pretty Cool Erlend.
              Pada tepat pukul 9 malam, Leslie Feist muncul, dan dia menyanyikan beberapa lagu dari album terbarunya Metals. Saya yakin saya pernah dengar lagunya sebelumnya tetapi tidak begitu faham. Kecuali untuk beberapa lagu seperti the bad in each other, the circle married the line, graveyard, dan how come we never go there. Selebihnya saya mencoba menikmati.. Namun, Feist juga menyanyikan beberapa lagu dari album lamanya Let It Die, seperti Mushaboom, So Sorry, My Moon My Man, Sealion, Honey Honey, When I was a Young Girl, dan lain-lain. Tapi tapi tapi, bagi saya gong nya tetap ketika Feist masuk ke backstage dan keluar lagi bersama Erlend Oye, dan mereka menyanyikan lagu favorit saya: THE BUILD UP. and i was so happy i wanna cry. --> lame.

Feist with the Mountain Man



The Duet
I surely have more numbers to say about that previous week, but i kinda lost words here. and i need some beauty sleep. Jadi cukup sekian dan Terimakasih.

ps. Sorry for the mixed of using bahasa dan English. pfft.. Indonesian.

Thursday, February 9, 2012

#Lovegarage

Have I told you that i was attending an annual gig in my town? not that i annually come to this hype, but apparently i came to this one this year.  and It was quite a blast! Lovegarage was an event brought by Ismaya live and Dimension Events, and held on February 5th and 8th, a celebration of love, live and music. For someone who claimed herself as a beat-less girl -Yes, i thought i didn't have a beat in my blood- i can say i moved pretty good and i had a good time. HA!

Blame my stupidity for left my wallet and my tickets at home, so i was come a bit late, and missed several performance, but i just in time for Bag Raiders!! so that was still a yayyer. Initially I was only wait for a shooting star. But this two-headed succeed to pump the crowd with all their songs. including moi.

Bag Raiders, a duo from Sydney, NSW

After Bag Raiders, there was Rory Phillips on stage but I spent time during his performance to explore the venue, the night market, where you can find booths from local designer like a mini brightspot market.

When clock strike 10pm Royksopp ruled the stage, actually I'm not hipster enough to know all their singles, but since they were the main artist in this event, nothings wrong to catched up. They were playing remind me and several other songs until what else is there? the song i was rooting for but didn't expect to be played that night. The point is that song was a good closing for me. then i left. :) 

Royksopp, Norwegian electronic music duo.

I took some liberty to took pictures with my iphone, but not a show-off material. Unless it's okay with you.. here they are:






And on next wednesday: Feist!

Friday, February 3, 2012

Welcome to Pan Am

I am now developing a huge love for Pan Am TV series. The drama, the vintage, and Politics.





But last time i checked the episode was put on hold due to production. Let have our finger crossed that it's not canceled.

Wednesday, February 1, 2012

Mr. Right or Mr. Right Enough



Marriage is for the people whose already found their best enough. 

Maaf kalau lagi-lagi postingannya tentang pernikahan, well, its not really about marriage, more like about finding your right one. Sebagai wanita yang sedang berada dalam masa-masa dikejar pertanyaan-pertanyaan semacam “kapan menikah?”, “kapan nyusul kakaknya?”, “calonnya mana?” dan sebagainya-dan sebagainya. Jawaban saya selalu sama: senyum manis sambil geleng-geleng manja. Tetapi dalam hati selalu bertutur hal yang sama “knock it off. I just haven’t met him yet”.

Yup, I just haven't met him yet. Namun tiba-tiba pertanyaan klasik menghantui saya ‘mr right’ itu sebenarnya siapa sih? Yang terbaik atau yang cukup baik? The right one, or right enough? Banyak kasus ditemui, dalam perjalanan pencarian pasangan hidup, orang sering gonta-ganti pacar dengan alasan mencari yang terbaik, tetapi ternyata berakhir di pelaminan dengan orang yang ternyata tidak lebih baik daripada yang ia temui di perjalanannya. Hal inilah yang menjadi pertanyaan saya beberapa hari belakangan ini. Bagaimana kalau yang terbaik adalah seseorang dari masa lalu kita, yang karena keinginan kita mencari yang lebih baik, kita melewatkan yang terbaik. 

Sering kali saya bertanya kepada orang yang lebih senior yang sudah menikah cukup lama, atau bertanya kepada teman-teman yang baru menikah "bagaimana sih kita tahu kalau dia adalah orang yang tepat?", tetapi jawaban yang mereka berikan tetap saja bukan merupakan jawaban yang gamblang. rata-rata jawabannya adalah "you just know it"

But How?

 

Pencitraan


Precaution I might sound a bit sarcastic or a jealous bitch, or a hypocrite or simply  nyinyir. Tetapi saya akan tetap berusaha mencoba menyampaikannya dengan sudut pandang yang seobjektif mungkin. Chill.

Pernah merasa terganggu dengan pernyataan-pernyataan orang disekitar anda? Dimana anda merasa bahwa omongan-omongan yang mereka sampaikan murni sekedar bluff, dan anda mengetahui tentang hal tersebut. Hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu. Walaupun tidak mengganggu secara langsung, tetapi tetap saja proses penyampaian omongan si besar mulut (baik pernyataan yang diikuti dengan kebohongan maupun pernyataan yang dibesar-besarkan) ini dengan keimplisitannya bikin kuping panas, dan membuat pendengar seakan-akan menjadi ratu nyinyir. Masih untung sekedar nyinyir, belum nyolot.

Apa sih namanya ketika seseorang mengeluarkan pernyataan-pernyataan perihal dirinya atau lingkungannya atau hal-hal apa pun yang terkait dengan dirinya dan kemudian melebih-lebihkan fakta yang ada.. lebay? well obviously. Bluff? of course. Pencitraan? selfbranding? imagebuilding? Yes Yes Yes. Semuanya lagi-lagi bermuara ke pencitraan.  Apa sih sebenarnya pencitraan itu? Mengapa semakin kesini, istilah pencitraan semakin santer terdengar? Apa karena media jejaring sosial yang semakin marak dan memberikan kesempatan kepada penggunanya untuk memperoleh pengakuan, dimana status update merupakan suatu bentuk pengaklamasian diri dan seolah-olah berteriak “ini lhoo gue!”? Kalau ditilik-tilik, ngga ada yang salah dengan pencitraan, semua hal di dunia ini memakai topeng-topeng pencitraan kok. Liat aja iklan-iklan di media komunikasi, semuanya mengiklankan produknya sesempurna mungkin, padahal banyak kebohongan dan cacat tersembunyi dibaliknya. Melihat sekilas latar belakang dari pencitraan tadi yang sudah dikenal lama, memberikan kita patokkan untuk kemudian tidak mengkambinghitamkan social media yang telah menjadi bagian penting dalam gaya hidup manusia. Karena, bukan social media inilah yang mendorong manusia untuk melakukan apa yang namanya pencitraan, tetapi memang sudah sifat dasar manusia untuk memberikan citra-citra tertentu ke sekitarnya.  Pertanyaan selanjutnya, pentingkah?

Basicly, I’m not against this image-building, self-branding people, and please set aside my daily life and my twitter-self for awhile. Cause I know, I myself might build an image-branding system (HEY gua bilang kan EVERYBODY DOES – saya tidak menyalahkan pihak tertentu). Tapi sepenting itukah sampai seseorang harus berbohong dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membentuk lapisan-lapisan selfdefense atas pencitraannya ini? apa tidak lelah dan mahal hidup penuh pencitraan semacam itu? Memang terkadang, orang yang terlalu lama hidup dalam pencitraan, mendapatkan apa yang dia inginkan, citra diri orang lain terhadap dirinya sesuai dengan keinginannya. Well, to those people, Hat’s off. Congratulation. Tapi ada juga orang yang jatohnya malah gagal dan hidup dalam bayang-bayang pencitraan dan menutup pencitraan itu dengan kebohongan-kebohongan yang semakin tebal. Ini dia nih yang kasihan. Intinya adalah, people nowadays tend to build an image, and sometimes, this image is just a mask to cover their true insecure and low self-esteem inner-being.

Orang-orang semacam ini bisa kita temui di sembarang tempat. Colek saja sedikit, biasanya mereka akan sangat bawel betapa fabulous dan nyaris sempurna-nya gaya hidup mereka. Dan ketika mereka menemukan masalah, nahh, sama saja, mereka akan menyampaikan bahwa masalah mereka adalah yang terberat. ngga ada yang ngalahin, mereka deh yang paling-paling. Kalimat yang biasa mereka gunakan itu biasanya:

"Kalau gua lebih parah lagi...bla bla bla..."
 
And to me, this kind of people, gimana pun mereka menciptakan cover-cover pencitraan, tetap saja keliatan dan tetap saja gengges! Duh, malah semakin DROP.

DROP DROP DROP!

Friday, January 27, 2012

Bff?

What is a bestfriend?
the one that you claim as yours, or the one that claimed you as theirs?
Or, simply something grow with time and both side know at heart they had each other?

But these days, every ownership needs to be declare. State, land, occupacy, stuff, everything.
Even love.

But bestfriend? Does it need one?
Just like love, could it be one-sided?

Wednesday, January 11, 2012

Mermaid Theory


Pernah nggak kamu merasa bahwa orang yang selama ini kamu lihat biasa-biasa saja tiba-tiba seperti memiliki daya tarik tersendiri yang membuat kamu mulai penasaran dan selanjutnya muncul rasa yang lebih dari sekedar biasa-biasa saja. Bukan, bukan karena orang tadi merubah penampilannya jadi lebih menarik, ia tidak melakukan perubahan apa-apa. Kita juga sedang tidak membahas mengenai personality. Bahasan kali ini murni secara fisik, dan sesungguhnya, secara fisik orang tadi itu terlihat tidak menarik (jujur-jujur aja nih ya). Tetapi suatu saat, boom! ia terlihat menjadi begitu menarik, tanpa melakukan perubahan apa-apa. Pernah mengalami yang semacam ini? Well, inilah yang dikenal dengan istilah Mermaid Theory.

image from here. definitely not mine, I'm not this good.


Mermaid Theory atau teori putri duyung (kok terjemahannya ribet dan kurang cantik ya..? okey mari kita tetap pake bahasa inggrisnya aja, mermaid theory). Mermaid theory ini adalah teori yang dikembangkan oleh para pelaut di jaman dahulu. Para pelaut yang pergi berlayar sering kali menempuh waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Untuk waktu yang begitu lama, para pelaut yang kebanyakan lelaki ini mulai merasa rindu melaksanakan kebutuhan (dan kewajiban?) sebagai seorang laki-laki normal yang pingin dielus-elus. Disaat-saat ‘pengen’ semacem ini, pelaut gagah yang kebetulan melihat ikan duyung atau dugong (Manatee) yang sebelumnya sering ia lihat dan biasa-biasa saja, hanya ikan gendut normal, tiba-tiba terlihat sangat seksi, berambut panjang, dengan bikini mini, suara indah yang menyihir dan sebagainya-dan sebagainya. dan ia pun jatuh cinta kepada manatee yang bagi dia adalah wanita yang sangat sempurna, and basicly wanna fuck it. or.. her. whatever. Laporan pandangan mata dari pelaut inilah yang kemudian menjadi cerita terkenal tentang putri duyung yang sudah banyak disadur dan diadaptasi dalam banyak film dan kartun. Hal ini pula lah yang kemudian oleh para ahli dikembangkan menjadi suatu teori yang kita kenal dengan mermad theory.

Teori ini berlaku untuk siapa saja, baik dia laki-laki maupun perempuan, pelaut maupun bukan, manusia maupun binatang (hence the dugong thingy). Jadi ketika kita sedang merasa aman dengan friendzone kita, disaat itulah kita harus hati-hati karena mermaid-clock mulai menghitung mundur dan disuatu ketika BAMM! Doi akan terlihat super menarik layaknya mermaid. Pernahkan merasa gitu?! Pasti pernah deh..

Iya intinya sih begitu, ada kalanya ketika seseorang yang tadinya biasa saja bahkan mungkin cenderung kita katain jelek dan ga banget, tiba-tiba si orang tadi menjadi begitu rupawan. Sebenarnya sih mermaid theory ini secara umum sedikit mirip dengan karma. Hanya saja apabila kita melihat dari sudut pandang karma, semuanya itu lebih ke sudut pandang pasif-negatif. Artinya, tidak ada peran manusia disini, semuanya dimainkan oleh tangan kasat mata bernama universe. Sementara mermaid theory memberikan kebebasan kepada alam pikir manusia untuk bermain, artinya manusia tetap berperan aktif, dan memiliki pilihan. Iya, tetap memiliki pilihan, walaupun di hadapan kita ada sosok ganteng seksi rupawan telanjang dada, tapi tetap aja pilihan ada di tangan dan kesadaran kita :) whether you want the manatee or not.

Jadi, pernah nggak menemukan diri kamu berada di kondisi semacam ini? Orang yang sepertinya kamu anggap ‘tidak mungkin’ tiba-tiba kamu melihat nya dan merasa dia terlihat oke banget dan rasa-rasa penasaran yang berujung 'pengen memiliki' dan oengen-pengen yang lainnya.. Apabila kamu pernah menemukan diri kamu dalam kondisi semacam ini, bagus. berarti kamu baru saja memperkuat teori ini. Apabila kamu BELUM menemukan diri kamu dalam kondisi semacam ini, dan kamu sedang denial bahwa teori ini tidak ada dan tidak mungkin, well.. good luck! Look around you extra closely, and don’t let your guards down.. karena terhadap dia yang kamu anggap dibawah standart mu, the mermaid-clock is starts to tick…. Now. 

***
inspired by How I Met Your Mother 

Disclaimer: I don't own any pictures on this site unless otherwise stated. I get most of them from miscellaneous sites. if it yours and you want it down, do tell.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...